Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-05 19:57:23【Kabar Kuliner】756 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(24)
Artikel Terkait
- Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang
- Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut
- Riset IHATEC: Kehalalan produk jadi pertimbangan utama konsumen
- Kapolri sebut terduga pelaku bom siswa SMAN 72 Jakut
- Daftar makanan tinggi protein untuk bulking dan pembentukan Otot
- Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak
- CKG, cahaya harapan dari negara untuk masa senja berjaya
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
Resep Populer
Rekomendasi

Benarkah kecoak bisa cemari udara rumah?

Lelang barang niaga eksklusif MotoGP Mandalika 2025 raup Rp63 juta

Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi

Cukup tidur membantu anak terhindar dari influenza saat cuaca ekstrem

Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan

Ahli Ekologi Hewan: NTB jadi daerah penting bagi migrasi burung dunia

Jepang lanjutkan ekspor makanan laut ke China setelah larangan dicabut